| Kiat Sukes Menyusui Selama Puasa |
|
Menyusui dan berpuasa adalah berkah yang indah. Bagaimana kiat sukses menyusui selama puasa? Tema menarik ini dibahas pada hari Sabtu, 13 Agustus 2011 pada seminar “Kiat Sukses Menyusui Selama Puasa” bertempat di Ruang Serbaguna Lt. 5 RSIA Kemang Medical Care. Peserta adalah ibu, ibu menyusui, dan ibu yang sedang menunggu kelahiran buah hati yang sebagian besar didampingi suami masing-masing. Meskipun seminar diadakan pada bulan puasa, namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme para peserta untuk memperoleh ilmu dari acara seminar ini. Dr. Galih Linggar Astu, nara sumber utama hari itu, menguraikan bahwa Ibu menyusui membutuhkan tambahan sekitar 50-55 % kalori dari karbohidrat, 12-15% dari protein, dan lebih besar dari 30% untuk lemak, dan rata-rata membutuhkan total 1800-2200 kalori per hari. Penjelasan dr. Galih ditambahkan oleh dr. Asti Praborini, dokter spesialis anak yang juga tergabung dalam satu tim bersama dr. Galih dalam tim laktasi RSIA Kemang Medical Care, bahwa berdasarkan hasil penelitian, berpuasa selama bulan puasa tidak mempengaruhi komposisi ASI dari Ibu menyusui secara signifikan. Puasa Ramadhan pada ibu menyusui juga tidak mempengaruhi parameter pertumbuhan bayi ASI eksklusif secara bermakna. Namun merujuk pada kaidah agama Islam, ibu menyusui tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa jika tidak sanggup dan dapat mempertimbangkan untuk menggantinya di hari lain. Jadi, pandai-pandailah ibu menyusui mengukur kemampuan dan menyiasati masa berpuasa agar dapat dijalankan dengan nyaman, dr. Asti memberikan saran. Tim Laktasi RSIA Kemang Medical Care memberikan kiat bahwa sukses menyusui selama berpuasa ditentukan oleh niat yang ikhlas yang membantu ibu konsisten berpuasa, serta mencukupi kebutuhan air pada saat sahur dan berbuka, dan mencukupi kebutuhan kalori dengan menyiasati waktu makan yang biasanya makan pagi, siang, dan malam menjadi sahur, buka puasa, dan sebelum tidur. Disamping itu, dianjurkan makan secara bertahap dengan memperhatikan komposisi makanan, rajin sahur untuk mencukupi kebutuhan kalori, dan sebaiknya sahur dilaksanakan mendekati imsak. Selama berpuasa usahakan untuk tidur siang sehingga membantu ibu menyusui agar tidak mengeluarkan cairan tubuh yang berlebihan dan mengurangi rangsangan lapar. Siapkan persediaan ASI perah sebelum Ramadhan apabila ibu khawatir ASI berkurang selama berpuasa terutama untuk ibu bekerja. Dengan niat ikhlas dan menerapkan tip-tip tersebut, insya Allah menyusui dan berpuasa selama Ramadhan dapat berjalan dengan baik. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab seputar menyusui dan kiat menyusui selama puasa, serta pembagian doorprize sambil menunggu waktu berbuka. Saat adzan dan bedug berkumandang menandakan waktu berbuka, para peserta dan tim laktasi RSIA Kemang Medical Care menutup acara dengan berbuka bersama dengan tajil yang telah tersedia. Selamat menunaikan ibadah puasa! Penjelasan kebutuhan kalori ibu menyusui dari dr. Galih dr. Asti memberikan tip kiat sukses menyusui selama puasa Foto bersama di akhir acara
Share this articles |