Baby Massage di RSIA Kemang, Yuk!

Siapa sih yang gak suka dipijat? Pijat merupakan kegiatan yang menenangkan badan dan juga pikiran. Tidak hanya orang dewasa saja yang gemar dipijat, bayi pun senang dipijat. Dengan pijatan-pijatan lembut, bayi akan merasakan sentuhan kasih sayang yang akan membuatnya tenang dan dapat merangsang tumbuh kembangnya.

Pijatan untuk bayi yang sering dikenal dengan sebutan Baby Massage merupakan pemberian usapan, pijatan pada tubuh bayi mulai dari kepala hingga kaki dan disertai dengan gerakan pada persendian, terutama pada persendian alat gerak. Pemberian pijatan pada bayi bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bentuk pemijatan untuk bayi disesuaikan dengan bagian tubuhnya, bisa berupa pijatan dengan tekanan yang ringan pada daerah yang jenis ototnya kecil, tipis dan lembut, bisa juga dengan pijatan yang dalam pada otot yang besar dan tebal.

Ada banyak manfaat yang didapat dari Baby Massage ini, diantaranya dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak, meningkatkan kekuatan otot dan tulang anak, meningkatkan kelenturan otot dan persendian anak, meningkatkan kemampuan dan keseimbangan motorik anak, memperbaiki sistem pencernaan anak, menstabilkan sistem kerja saraf anak, meningkatkan kepercayaan diri anak, dan juga meningkatkan kualitas tidur anak. Namun, kegiatan Baby Massage tidak bisa dilakukan sembarangan loh. Tidak semua orang juga bisa melakukannya. Hal ini dikarenakan tubuh bayi yang masih rentan dan lunak jadi harus dilakukan oleh tenaga ahli yang mengerti struktur tubuh bayi.

RSIA Kemang memiliki tenaga ahli yang kompeten dan sudah berpengalaman dalam struktur tubuh bayi. Jadi Ayah dan Bunda tidak perlu ragu lagi untuk memijat si kecil di RSIA Kemang karena ditangani langsung oleh tangan-tangan yang ahli dibidangnya. Bersama Tim Tumbuh Kembang Anak RSIA Kemang, yuk berikan si kecil pijatan-pijatan lembut yang akan merangsang tumbuh kembangnya agar menjadi sehat dan bugar.

Klinik Tumbuh Kembang RSIA Kemang

Setiap hari Senin sampai Sabtu

Pukul 09.00-16.00

melalui perjanjian

 

 
Imunisasi Melindungi Anak Terhadap Penyakit

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan vaksin palsu. Namun hal ini jangan sampai membuat orang tua “kapok” imunisasi anak, karena imunisasi merupakan usaha untuk membuat tubuh seseorang menjadi kebal terhadap penyakit. Imunisasi digolongkan menjadi dua yaitu imunisasi pasif dan imunisasi aktif.

Imunisasi pasif yaitu kekebalan yang diberikan pada tubuh dalam bentuk zat-zat immunoglobulin atau antibodi. Sedangkan imunisasi aktif, dimana tubuh dirangsang untuk membentuk kekebalan terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan (vaksin), dengan harapan tubuh membentuk antibodi terhadap kuman. Sehingga istilah yang tepat digunakan untuk pemberian vaksin adalah vaksinasi.

Anak yang tidak mendapat vaksinasi, ia tidak mempunyai perlindungan terhadap penyakit. Sehingga apabila terinfeksi oleh kuman penyebab penyakit, ia dapat menderita sakit yang lebih berat dari anak yang sudah mendapat vaksinasi. Pemerintah dan IDAI menggalakkan orangtua untuk memberi vaksin pada anak agar ia mempunyai perlindungan terhadap penyakit. Pemberian vaksin terjadwal sesuai usia anak. Berikut jadwal imunisasi anak umur 0-18 tahun:

Lalu, apakah anak yang sedang sakit boleh divaksinasi? Menurut dr. Hani Purnamasari, SpA, salah satu dokter spesialis anak RSIA Kemang, anak yang sakit ringan seperti batuk dan pilek tanpa demam boleh diberikan vaksin. Namun, bila sakit berat atau demam sebaiknya ditunda dahulu sampai ia sembuh, karena dikhawatirkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Ayo lakukan vaksinasi anak Anda di tempat atau rumah sakit yang memiliki vaksin resmi yang tercantum di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 

dr. Hani Purnamasari, SpA

Dokter Spesialis Anak RSIA Kemang

Senin - Jum'at pukul 08.00 - 15.00 WIB

Sabtu pukul 16.00 - 20.00 WIB


 
Menyusui Sampai 2 Tahun

Tema Pekan ASI yang diusung oleh WABA (World Alliance for Breastfeeding Action) tahun 2016 yaitu “Breastfeeding: A Key to Sustainable Development”, yang lebih menekankan pada pentingnya ASI untuk kehidupan yang baik (value the well-being) bagi masyarakat di masa yang akan datang. Sedangkan tema yang diangkat oleh Kemenkes RI adalah “Ibu Menyusui sampai 2 Tahun Lebih Hemat, Anak Sehat dan Cerdas; Dalam Rangka Mewujudkan Keluarga Sejahtera”.

Pemberian ASI pada 6 bulan pertama dan maksimal sampai 2 tahun sangat penting karena asupan terbaik saat bayi lahir hanyalah ASI. Dalam Al Qur’an pun telah menyebutkan masalah menyusui seperti dalam surat Al Baqarah [2] ayat 233 : “Hendaklah para ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi ingin menyempurnakan penyusuan”, jadi tidak ada alasannya ibu tidak mau menyusui anaknya.

Menyusui itu tidak boleh stress. Mungkin ada beberapa ibu yang mengalami ASI nya tidak keluar setelah melahirkan. Jangan panik dan berkecil hati ya! Menurut dr. Aini, Konselor Laktasi RSIA Kemang, Ibu tidak perlu khawatir karena bayi yang baru lahir 0-3 hari memiliki lambung sebesar biji kelereng. Bayi meminum ASI sekitar 5-7cc sekali minum. Bayi juga memiliki cadangan lemak di leher dan bahunya sehingga dapat bertahan selama 3-5 hari, jadi ibu yang setelah melahirkan tidak perlu khawatir jika ASI nya tidak keluar setelah melahirkan. Hal terpenting adalah ibu tetap melakukan IMD, rawat gabung, dan skin to skin. Skin to skin dapat merangsang hormon keluarnya ASI. Apabila ASI tidak kunjung keluar juga, segera konsultasikan ke Klinik Laktasi RSIA Kemang. Tim Laktasi RSIA Kemang siap membantu ibu untuk lancar menyusui.

 

Klinik Laktasi RSIA Kemang

Senin – Sabtu, pukul 08.00-20.00 WIB

Minggu, pukul 09.00-12.00 WIB

 

 
Jangan Panik, Puting Terbenam Tetap Bisa Menyusui

Seringkali kita mendengar kalau puting datar (flat nipple) tidak bisa menyusui bayi. Namun sebenarnya apapun bentuk puting yang ibu miliki, bukan menjadi kendala bahwa ibu tidak bisa menyusui bayinya. Payudara dengan bentuk puting apapun tetap bisa untuk menyusui bayinya, asal ibu mengetahui dan mau mempelajari tekniknya.

Puting yang terbenam atau payudara yang kecil bukan menjadi penghalang ibu menyusui. “Apabila puting ibu terbenam, ibu tetap bisa menyusui karena bayi menyusu bukan di puting, tapi di areola. Ibu juga harus memposisikan bayinya dengan baik agar bayi bisa melekat di areola ibu. Ukuran payudara juga tidak menentukan produksi ASI ibu banyak atau sedikit. Besar payudara dikarenakan lemak payudara, sedangkan ASI diproduksi dari kelenjar susu yang letaknya di areola, jadi selama bayi menyusu nyaman tetap bisa menyusui.” ujar dr.Aini, salah satu Konselor Laktasi RSIA Kemang.

Bayi memang tidak selalu berhasil menghisap areola ibu. Ada salah satu penyulit misalnya tongue tie, yaitu selaput lidahnya pendek yang menyulitkan bayi tidak menjulurkan lidah ke areola yang mengakibatkan gusi bayi menggigit puting ibu. Pada akhirnya membuat puting ibu luka dan lecet atau malah payudaranya bengkak. Kondisi ini sangat mengganggu dan disarankan untuk di insisi tongue tie.

Jadi selama ibu menikmati sensasi menyusui dan tetap tenang ketika menyusui, halangan apapun dapat diatasi asalkan ibu tetap memiliki niat untuk menyusui. Ketahui dan pelajari tekniknya melalui Klinik Laktasi RSIA Kemang agar ibu sukses menyusui sampai 2 tahun! Salam semangat menyusui!

 

Klinik Laktasi RSIA Kemang

Senin – Sabtu, pukul 08.00-20.00 WIB

Minggu, pukul 09.00-12.00 WIB

 

 
“Anakku Usia 2 Tahun Kok Belum Bisa Ngomong?”

Orangtua mana yang tidak khawatir apabila sang buah hati belum lancar berbicara bahkan belum bisa mengucapkan sepatah kata. Keterlambatan bicara dapat disebabkan gangguan pendengaran, gangguan pada otak, autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata. Agar dapat mengetahui kapan seorang anak terlambat bicara, terlebih dahulu kita perlu mengenal tahapan perkembangan bicara normal pada anak:

Usia 0-6 bulan

Bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara seperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing. Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara. Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat berespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada bicara, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papa, dada, baba, mama. Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.

Waspada bila: tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, tidak ada mengoceh.

Usia 6-12 bulan

Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti. Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.

Waspada bila: bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.

Usia 12-18 bulan

Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti. Ia dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah (Tolong ambilkan mainan itu). Kosakata anak bertambah dengan pesat; pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, namun pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.

Waspada bila: tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan.

Usia 18-24 bulan

Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.

Waspada bila: Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan

Usia 2-3 tahun

Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata - mendekati usia 3 tahun bahkan 3 kata atau lebih - dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami).

Usia 3-5 tahun

Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. Pada usia 4 tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

 

Semakin dini orang tua mendeteksi penyebab kelainan atau gangguan pada tumbuh kembang anak, semakin cepat juga penanganan dan terapi yang bisa diberikan pada anak. Klinik Tumbuh Kembang RSIA Kemang adalah suatu pelayanan untuk screening atau mendeteksi dini proses tumbuh kembang anak seperti keterlambatan perkembangan anak, Hyperactive, Cerebal Palsy, Down Syndrome, masalah Musculoskeletal, dan lainnya.

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Customer Service di nomor 021-27545454

 

Klinik Tumbuh Kembang RSIA Kemang

Setiap hari Selasa dan Kamis

(melalui perjanjian)

 

Dikutip dari: Amanda Soebadi. (Juni, 21 2013). Keterlambatan Bicara. Diperoleh 10 Juni 2016, dari http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 16
Content

Information

+62 21 27 54 54 00
+62 21 27 54 54 54

Emergency

+62 21 788 388 68
+62 21 27 54 54 44